Kamis, 14 Desember 2017



Merendam Kaki dalam Air Hangat Bisa Mengatasi Kelelahan dan Pegal pegal ?


Karena padatnya aktifitas sehari-hari, badan kita menjadi terasa pegal-pegal dan tidak karuan. Untuk menangani hal ini, kita bisa saja menggunakan minyak atau salep yang bisa meredakan rasa nyeri. Selain itu, kita juga bisa menggunakan terapi alternatif berupa merendam kaki di air hangat. Sebenarnya, apakah merendam kaki di air hangat memang bisa meredakan pegal-pegal?
Di dalam jurnal penelitian “Effectiveness of Hot Water Foot Bath on Level of Fatigue among Elderly Patient” terbitan IJSR 8 Agustus 2015 telah meneliti seberapa efektif terapi merendam kaki dengan air hangat yang ditujukan pada pasien lansia dengan keluhan kelelahan. Peneliti menggunakan 30 sampel pasien lansia dimana 15 pasien dilakukan terapi dan 15 pasien yang lain tanpa dilakukan terapi. Air rendaman yang digunakan bersuhu ± 40.50C sampai 430C selama 20 sampai 30 menit. Terapi dilakukan 2 x sehari dengan durasi 3 hari berturut turut. Pada hari ke empat dilakukan analisa kepada ke 30 pasien tersebut dengan menggunakan alat pengukur skala kelelahan. Hasil menunjukan perubahan yang cukup signifikan oleh pasien yang telah dilakukan terapi. Skala kelelahan berkurang dari angka 7 (sebelum terapi) menjadi angka 4 (setelah terapi). 
Mengapa bisa demikian? 
Terapi rendam kaki dengan air hangat dapat terjadi secara konduksi dimana terjadi perpindahan panas/ hangat dari air hangat ke dalam tubuh karena ada banyak titik akupuntur di telapak kaki yaitu ada enam meridian. Kerja air hangat pada dasarnya adalah meningkatkan aktivitas (sel) dengan metode pengaliran energi melalui konveksi (pengaliran lewat medium cair). Metode perendaman kaki dengan air hangat memberikan efek fisiologis terhadap beberapa bagian tubuh organ manusia seperti jantung. Tekanan hidrostatik air terhadap tubuh mendorong aliran darah dari kaki menuju ke rongga dada dan darah akan berakumulasi di pembuluh darah besar jantung. Air hangat akan mendorong pembesaran pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung efek ini berlangsung cepat setelah terapi air rendam air hangat diberikan. Prinsip kerja terapi ini juga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan penurunan ketegangan otot sehingga dapat memperlancar peredaran pembuluh darah (Perry & Potter, 2006).

Yang kedua adalah faktor pembebanan di dalam air yang akan menguatkan otot-otot dan ligament yang memperngaruhi sendi tubuh (Hembing, 2000). Air hangat mempunyai dampak fisiologi bagi tubuh sehingga rendam kaki air hangat dapat digunakan sebagai salah satu terapi yang dapat memulihkan otot-otot sendi yang kaku serta menyembuhkan stroke apabila dilakukan melalui kesadaran dan kedisiplinan (Peni, 2008).
Hidroterapi rendam air hangat ini sangat mudah dilakukan oleh semua orang, tidak membutuhkan biaya yang mahal, dan tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Dan tentunya bisa mengurangi frekuensi pemakaian obat-obatan yang tentunya dapat membahayakan ginjal kita.

Bagaimana ?? sangat mudah dan sudah terbukti kan manfaatnya..
Selamat mencoba ya..
  


Sumber:
Aat Sriati. 2008. Tinjauan tentang Stres. Fakultas Ilmu Keperawatan. UNPAD. Jatinango.
Anilda,S.J.A. And Thenmozhi,P. 2015. Effectiveness of Hot Water Foot Bath on Level of Fatigue among Elderly Patient. International Journal of Science and Research Vol. 4.574-576.
Hembing KW. 2000. Keefektifan Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat. Diakses 7 Desember 2017.
Peni. 2008. Panduan Menurunkan Tekanan Darah Dengan Gaya Hidup. Diakses 7 Desember 2017 dari
http://Gayahidupsehatonline.com.
Potter dan Perry. 2005. Buku ajar foundamental keperwatan konsep, proses dan praktek. Jakarta: EGC.


Nuky Arbiani / NIM.160636
Akfar Theresiana Semarang